Rainbow Pinwheel Pointer
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi-Perlombaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi-Perlombaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 September 2016

Perkemahan Ramadhan DKI Jakarta 2016, 22-24 Juni 2016, di Buperta Cibubur

Usai Preman Jees, disiapkan lagi peserta untuk Perkemahan Ramadhan DKI, di Cibubur. Dilaksanakan di bulan Ramadhan, kemah ini bertemakan keislaman dan penguatan nilai keagamaan. Peserta dibagi per kontingen cabang, ada 6 di DKI. Cabang JS mendapat jatah 1 sangga putra dan 1 sangga putri dengan anggota 10. Undangan sudah beredar dan diumumkan, dari Kebayoran Baru mengirim 9 orang, dan dari Labsky sendiri diwakili Kak Abiyyi.

Rabu, 22 Juni 2016. Pagi, kami berkumpul dulu di markas Kwarcab, sebelum berangkat bersama ke Buperta.

 Briefing saat baru tiba.

Kegiatan hari pertama hanya pembukaan dan materi. Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dibuka di Masjid Darul-Kasyaf oleh DKD DKI Jakarta. Ada beberapa tausiah dan sambutan, dengan spanduk di depan, dibukalah Perkemahan Ramadhan DKI 2016. Bakda Isya, ada materi dari kepolisian mengenai Karya Bakti Lebaran.

Lucu juga, dengan tema meningkatkan iman sebagaimana tertera di spanduk kegiatan, namun tidak terdapat dalam susunan acara: salat Tarawih. Maka, demi keberlangsungan ibadah di bulan Ramadhan, Koncab Jakarta Selatan tetap melaksanakan salat Tarawih di tapak kemah kami.

Hari kedua dimulai dengan sahur, lalu salat Shubuh berjemaah. Kegiatan utama tingkat daerah ada perlombaan. Tiap cabang diminta mengirimkan wakilnya untuk berlomba di bidang Cerdas Cermat, Kultum, Melukis Estafet, dan Jurnalistik. Demikian kegiatan pada saat matahari bersinar, dan ketika matahari tenggelam kami berbuka puasa di bawah derasnya hujan.

Materi pertama di hari kedua, menjelang perlombaan.

Kak Prakoso dari Ambalan Al-Azhar 3 bersiap lomba kultum.

Kami mengungsi ke tenda peleton tak terpakai di tapak kemah sebelah. Nikmatnya es semangka dalam lindungan tenda peleton dari hujan tak akan terlupakan. Setelah hujan reda, kami kembali ke tapak kemah JS. Cukup parah keadaannya, karena derasnya hujan, maka dari itu kami langsung membereskan apa yang perlu dibereskan. Saat waktu Isya tiba, kami salat Isya dilanjutkan salat Tarawih.

Walaupun berkali-kali dipanggil oleh Daerah untuk menuju ke pendopo untuk mengikuti materi terakhir, kami tetap utamakan ibadah, demi keutamaan Ramadhan. Materi terakhir diisi oleh kakak dari Pusdiklatnas, berisi materi kepenegakan. Berfaedah juga, bagaimana kita makin mengilhami sebagai Penegak, yang berjargon dari, oleh, dan untuk Penegak, sebagai kaum muda yang hampir dewasa.



Hari ketiga hanya penutupan dan pengumuman peraih piala. Enam cabang di DKI dan piala terbagi rata, dengan 6 cabang lomba. Al-hamdu lillah, Jaksel mendapat piala dari lomba Cerdas Cermat.

Kontingen Kebayoran Baru dalam Perkemahan Ramadhan DKI, dengan piala Cerdas Cermat.

Rabu, 29 Juni 2016

Rover Morning March Competition 2016, 27 Maret 2016, di Universitas Mercu Buana

Kisah ini, lomba Rice. Rover Morning March Competition 2016. Badan sebenarnya masih lelah, kami baru saja menyelesaikan pembinaan wajib Bina Mental Kepemimpinan Siswa (Bintama) di Grup-1 Kopassus, pada 19-24 Maret 2016. Sedangkan kompetisi ini berlangsung pada 27 Maret 2016, di Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat. Namun apa daya, niat telah tertanam, walaupun dengan minim persiapan.

Kontingen kami terdiri dari Abiyyi Yahya Hakim (pinsa), M. Faqih Adhiwisaksana, Priangga Bagusjalu Narutama, Fauzan Nurul Akbar, M. Abdul Jabbar, dan Rifqi Aufa R.P.. Sabtu, 26 Maret 2016, kami mengadakan latihan persiapan, di sekolah. Singkat saja, hanya pemantapan teori dan apa yang harus dibawa esok hari.


Hari itu pun tiba, 27 Maret 2016. Kami berangkat bersama, setelah berkumpul di PIM. Sampai di lokasi pukul 7 lewat, kami melakukan daftar ulang dan menunggu sejenak. Sekitar pukul 9, upacara pembukaan dimulai, dan tak lama berselang, mulailah dari pos 1, dimulai lombanya.


Hanya ber-6, dari kuota maksimal sangga 8 orang, kami menjalani lomba sama dengan sangga lain dari ambalan lain, hanya saja agak kewalahan ketika ada kurang personel. Kami sampai kembali di Universitas Mercu Buana pukul 5 sore lebih, al-hamdu lillah masih sempat untuk salat Ashar.

Namun, di lomba yang tanpa banyak persiapan ini, al-hamdu lillah piala tetap diraih, sejumlah 2 buah, untuk cabang PUPK dan Juara Harapan 3 dalam peringkat umum.

Bawa pulang piala lagi.

Selasa, 29 Maret 2016

Giat Prestasi Penegak DKI 2015, 11 - 13 Desember 2015, di Buperta Cibubur

Keikutsertaan pertama Ambalan M.H. Thamrin dalam kegiatan kwartir. Giat Prestasi Penegak DKI diadakan oleh Kwarda DKI Jakarta, bersamaan dengan Gelar Kreativitas Penggalang, pada 11 - 13 Desember 2015.

Ambalan putra mengirim 1 sangga beranggota 8 orang: Adhyaksa Aulia Wibowo (pinsa), M. Faqih Adhiwisaksana (wapinsa), Abiyyi Yahya Hakim, Mesagus M. Iqbal, M. Abdul Jabbar, M. Asyrof Faruq Q., Priangga Bagusjalu Narutama, Rifqi Aufa Rabbani P..

Jumat, 11 Desember 2015. Pagi, 06.00, kami berkumpul, mempersiapkan barang-barang bawaan. Delapan anggota sangga Perintis sudah siap. Segala perlengkapan untuk perkemahan dan lomba dibawa. Dengan mobil salah satu anggota, sekitar pukul 10.30 kami berangkat ke Buperta Cibubur.

Waktu sudah menjelang salat Jumat ketika kami sampai. Ada masjid di Buperta, maka kami salat dulu dan balik ke tapak kemah. Mulailah kami mendirikan tenda dan gapura. Tapak kemah salah satu yang dilombakan. Oya, pada siang menjelang sore, salah satu anggota, Narutama, harus pulang, Kami tinggal ber-6.

Sore hari, hujan mengguyur, pembukaan sepertinya ditunda, dan memang hari pertama belum ada perlombaan yang berlangsung kecuali pembuatan tapak kemah. Pembukaan baru berlangsung pada malam hari sekitar pukul 20.00, dengan mewakilkan 2 orang tiap sangga. Perintis M.H. Thamrin mewakilkan Abiyyi dan Abdul Jabbar.
Suasana memasak mi dalam cuaca hujan. Penuh kekeluargaan, bercanda ria di bawah tenda.


 Kehidupan tapak kemah M.H. Thamrin, saat azan Shubuh menggaung.




Hari kedua. Azan Shubuh berkumandang, hari masih pagi. Salah satu dari kami sudah ada yang bangun, lalu membangunkan yang lainnya. Bergantian kami salat, lalu mandi, dan bersiap untuk kegiatan hari kedua ini: mulai berlomba. Kegiatan bersama dimulai dari senam pagi. Ada 4 lagu senam, dan kami menggerakannya dengan gembira. Enam orang kontingen M.H. Thamrin. Selesai senam, kami kembali ke tapak kemah dan bersiap untuk memakai seragam pramuka dan berlomba.

Senam Gemu Famire

Beruntung kami mendapat bala bantuan. Mesagus Iqbal, hadir dari Labsky karena baru selesai kegiatan, anggota menjadi tujuh kembali. Berbagai lomba kami ikuti pada hari kedua ini. Dimulai dari Mading, Karya Tepat Guna, dan Blog, dilanjutkan trilomba berikutnya, yaitu lomba tertulis: pengetahuan AD-ART Gerakan Pramuka, PP Polmekbin Penegak-Pandega, dan pengetahuan ASEAN.

Bersantai setelah senam pagi, agar nanti berlomba tidak terlalu tegang.

Melihat keadaan, seeprtinya cabang lomba PPGD dan LKBB ditiadakan, dan ternyata ada cabang lomba Urban Scouting, yang berupa permainan. Kami ber-7 membagi diri. Kami nyatanya tidak terlalu sukses dalam cabang ini. Mungkin nanti dalam Citizen Jurnalism bisa lebih sukses. Ya, setelah Urban Scouting, untuk pembuatan artikel, kami diberi waktu untuk mencari informasi dan wawancara selama lebih dari 1 jam, dan pukul 17.30 sudah harus dikirim melalui surel.

Waktu maghrib, perlombaan sepertinya sudah selesai. Kami bisa bersantai sejenak. Tapak kemah di kanan-kiri masih dari Jakarta Selatan, bisa sedikit bergaul. Benar juga, dari daerah diinfokan tiap cabang harus menyiapkan pentas seni, per cabang. Berarti kami harus bekerja sama dengan kontingen dari Jakarta Selatan lainnya. Mulailah dipersiapkan. Singkat cerita, pada malam hari, kegiatan ditutup dengan pentas seni dan api unggun. Riuhnya suasana penuh dengan keceriaan. Seolah tersimpan kenangan malam itu sebagai keakraban kegiatan tiga hari dua malam ini.

Selesai pentas seni, kami kembali ke tapak kemah masing-masing. Tidak ada lagi perlombaan, hanya tinggal menumbuhkan rasa tawakal, setelah banyak berikhtiar. Giat santai malam tetap berjalan, keterlenaan pekemah telah menjadi kebiasaan. Malam terakhir pasti dilewati dengan tidur larut malam, kecuali bagi kaum yang suka tidur cepat dan sudah mengantuk duluan.

Pagi terakhir, sepertinya semua telat terbangun. Hari sudah hampir terang ketika manusia mulai bergerak memulai kehidupan. Mungkin karena capeknya malam kemarin. Kegiatan hari terakhir cukup santai, hanya penutupan disertai tentunya pengumuman pemenang lomba. Upacara penutupan dihadiri Kak Sylviana Murni, Kakwarda DKI, sekaligus membuka kegiatan Pesta Besar Siaga DKI 2015, yang hanya berlangsung 1 hari. Untuk hasil perlombaan, al-hamdu lillah, kami berhasil membawa pulang 2 piala untuk cabang lomba AD-ART Gerakan Pramuka dan PP Polmekbin Penegak-Pandega.

Sangga Perintis, seusai upacara penutupan, menjelang pulang
 Abiyyi sebagai perwakilan penerima piala untuk Juara 1 AD-ART.
Adhyaksa sebagai perwakilan penerima piala untuk Juara 1 PP Polmekbin T-D.