Rainbow Pinwheel Pointer
Tampilkan postingan dengan label Kwartir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kwartir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2017

Rairan Kebayoran Baru - Raicab Jakarta Selatan 2016, 3-5 Oktober 2016, di Buperta Cibubur



Raimuna, sebuah pesta terbesar Penegak-Pandega. Secara etimologi berasal dari bahasa Ambai, di Kepulauan Yapen, Papua. Istilah raimuna adalah produk asli Indonesia. Dalam bahasa Inggris disebut moot. Filosofinya tinggi, mengikuti banyaknya istilah kepramukaan yang penuh filosofi.
Rai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan bersama, dan muna adalah daya atau kekuatan jiwa yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. Jadilah raimuna.
Biasanya bagi dewan kerja, mengadakannya menjadi suatu prestasi tersendiri. Pesta ini lebih besar, karena merupakan akumulasi dari perkemahan kepenegakan: perkemahan wirakarya, perkemahan bakti satuan karya, dll..  Namun, yang ini beda. Suatu fenomena di Cabang Jakarta Selatan. Adanya anggaran raimuna membuat pesta ini terasa wajar. Diadakanlah rairan serentak se-Jakarta Selatan sekaligus Raicab Jakarta Selatan. Senin, 3 Oktober, hingga Rabu, 5 Oktober 2016.
            Persiapan dilakukan dari beberapa minggu sebelumnya. Sangga kerja ditarik dan kuota peserta dibagi. Singkat cerita, pesta itu di depan mata. Persiapan telah mencapai tingkat akhir. Ada rasa berbeda karena aku berperan sebagai sangga kerja.
            SMA Labschool Kebayoran mengirim 1 putra dan 1 putri sebagai peserta dan 3 sangga kerja. Lucu juga, lebih banyak sangga kerjanya. Mungkin tergantung dinamika ambalan. Sangga kerja akan lebih lama berkemah. Sejak Minggu sudah harus berada di Buperta untuk mempersiapkan apa yang harus dipersiapkan. Maka, kami sangga kerja berkemah selama 4 hari 3 malam.
            Minggu siang hingga malam, sangga kerja dari seluruh ranting mempersiapkan tapak subkemahnya. Dari gapura hingga tenda peleton didirikan, dari Kebayoran Baru hingga Pesanggrahan semua bergiat.
Senin pagi, tapak kemah sudah lumayan siap. Pukul 7 menunggu kedatangan peserta. Ada 80 peserta tiap ranting, dan ada 10 ranting di Jakarta Selatan, jadi peserta Raicab kali ini adalah 800 Penegak-Pandega. Hingga pukul 9, peserta berdatangan. Hanya temu koordinasi pada pagi hari.
            Kegiatan dimulai bakda Zhuhur. Sistem rotasi yang dipakai pada Raicab Jaksel ini mulai digerakkan. Tiap sangga bergerak menuju kegiatan subkemah masing-masing. Kegiatan pertama ini berlangsung hingga pukul 3. Setelah itu ada upacara adat sebagai pembukaan Raicab Jakarta Selatan 2016. Malamnya ada pentas seni.
            Esok harinya, Selasa, adalah kegiatan paling padat. Dari pagi hingga sore dipenuhi kegiatan rotasi. Peserta diajak berkenalan dengan Penegak-Pandega dari ranting lain dan bersama-sama mengikuti kegiatan. Sempat tertunda karena hujan, namun secara keseluruhan acara lancar.
            Malam ini adalah malam terakhir. DKC memutuskan untuk meniadakan api unggun, selain karena tanah masih basah karena hujan, juga karena alasan lain. Malam keakraban jadi hanya pentas seni penutupan. Tiap ranting kembali menampilkan atraksinya. Malam keakraban berlangsung hingga larut malam, menuntaskan lelah sepanjang hari dan malam. Peserta satu demi satu, kumpulan demi kumpulan, mulai meninggalkan lapangan utama. Beristirahat.
Sebagai sangga kerja, beberapa dari kami masih belum bisa menutup malam. Masih ada yang harus dikerjakan, menjelang esok hari. Hampir semua warga kemah telah terlelap, dan tapak tidur sudah tidak beraturan.
Pagi, dimulai dengan cukup lambat akibat lelahnya malam. Namun tidak sedikit yang harus dikerjakan. Orang-orang di luar masih juga belum banyak berkeliaran. Kebiasaan di suatu perkemahan, di hari terakhir. Memang sedang nyaman-nyamannya. Namun beban tetap ada karena sudah lewat waktu Shubuh.
Warga subkemah Kebayoran Baru mulai membongkar lokasi. Lalu, ada forum Penegak-Pandega di pendopo, se-Jaksel. Kami di tingkat ranting juga mengadakan forum, sebagai bahan evaluasi dan apa pun yang ingin disampaikan. Selanjutnya, ditutuplah acara dengan upacara penutupan. Diumumkan jatah piala per ranting. Kebayoran Baru mendapat predikat tapak kemah terbaik. Al-hamdu lillah, tak sia-sia usaha kami dari hari Minggu.
Usai upacara, warga kembali ke subkem ranting masing-masing, dan persiapan pulang. Semua perlengkapan dibongkar. Pembagian tiska dan sertifikat langsung hari ini karena sudah tersedia. Setelah semuanya tuntas, aku dengan kawan sangker dari Labsky kembali ke sekolah. Kawan ranting lainnya menuju destinasi berbeda.
Raimuna sederhana. Bagi warga Jakarta sudah terbiasa melihat suasana Buperta Cibubur. Nanti Raida hingga Rainas kedapatan jatah di Cibubur lagi. Harus menahan agar tak bosan. Namun yang utama bukan itu. Silaturahmi tetap berjalan, dan kenangan tetap terarsir. Ada sepatah sajak dari lagu.

Sabtu, 03 Desember 2016

Sidparran Kebayoran Baru 2016, 17 September 2016, di SMAN 70

Sidang paripurna Pramuka Penegak-Pandega adalah kegiatan tahunan bagi dewan kerja, dan di tingkat ranting dihadiri oleh dewan ambalan dan racana. DKR Kebayoran Baru yang baru dilantik pada 12 Agustus lalu, membuat kegiatan pertamanya, sebagai perumusan kegiatan selama setahun ke depan.



Ambalan Labschool Kebayoran mewakilkan 2 putra 2 putri: Rifqi Aufa R.P., M. Rakhen Naufal, Khalisa Dhiya, dan Asha Nurul. Seperti musppanitra, mereka terbagi dalam 2 komisi.

Salah satu topik dalam sidpar ini adalah mengenai pembagian kuota dalam Raimuna Cabang Jakarta Selatan 2016, pada 3-5 Oktober mendatang. Akhirnya disepakati per gudep mendapat kuota 2 putra 2 putri.

Kamis, 22 September 2016

Karya Bakti Lebaran 2016, 30 Juni - 3 Juli 2016, di Terminal Lebak Bulus

Tindak lanjut dari Perkemahan Ramadhan, akhirnya kami terjun ke lapangan. Selatan yang hanya kedapatan jaga Terminal Lebak Bulus mendapat waktu tugas lumayan singkat: 4 hari. Dari 30 Juni - 3 Juli 2016. Beberapa hari sebelumnya kami lakukan pertemuan persiapan dan pembagian atribut di kantor Kwarcab JS.

Kamis pagi, 30 Juni 2016, kami datang lebih pagi dari jadwal karena harus ada persiapan di hari pertama. Diawali dengan apel pembukaan yang dibina oleh Pak Simon Ginting dari Sudinhub, kami mulai bertugas sekitar pukul 9.


 Tiga hari berikutnya kembali kami jalani. Hari terakhir, diadakan buka puasa bersama di suatu restoran di Jagakarsa untuk syukuran.



Senin, 12 September 2016

Perkemahan Ramadhan DKI Jakarta 2016, 22-24 Juni 2016, di Buperta Cibubur

Usai Preman Jees, disiapkan lagi peserta untuk Perkemahan Ramadhan DKI, di Cibubur. Dilaksanakan di bulan Ramadhan, kemah ini bertemakan keislaman dan penguatan nilai keagamaan. Peserta dibagi per kontingen cabang, ada 6 di DKI. Cabang JS mendapat jatah 1 sangga putra dan 1 sangga putri dengan anggota 10. Undangan sudah beredar dan diumumkan, dari Kebayoran Baru mengirim 9 orang, dan dari Labsky sendiri diwakili Kak Abiyyi.

Rabu, 22 Juni 2016. Pagi, kami berkumpul dulu di markas Kwarcab, sebelum berangkat bersama ke Buperta.

 Briefing saat baru tiba.

Kegiatan hari pertama hanya pembukaan dan materi. Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dibuka di Masjid Darul-Kasyaf oleh DKD DKI Jakarta. Ada beberapa tausiah dan sambutan, dengan spanduk di depan, dibukalah Perkemahan Ramadhan DKI 2016. Bakda Isya, ada materi dari kepolisian mengenai Karya Bakti Lebaran.

Lucu juga, dengan tema meningkatkan iman sebagaimana tertera di spanduk kegiatan, namun tidak terdapat dalam susunan acara: salat Tarawih. Maka, demi keberlangsungan ibadah di bulan Ramadhan, Koncab Jakarta Selatan tetap melaksanakan salat Tarawih di tapak kemah kami.

Hari kedua dimulai dengan sahur, lalu salat Shubuh berjemaah. Kegiatan utama tingkat daerah ada perlombaan. Tiap cabang diminta mengirimkan wakilnya untuk berlomba di bidang Cerdas Cermat, Kultum, Melukis Estafet, dan Jurnalistik. Demikian kegiatan pada saat matahari bersinar, dan ketika matahari tenggelam kami berbuka puasa di bawah derasnya hujan.

Materi pertama di hari kedua, menjelang perlombaan.

Kak Prakoso dari Ambalan Al-Azhar 3 bersiap lomba kultum.

Kami mengungsi ke tenda peleton tak terpakai di tapak kemah sebelah. Nikmatnya es semangka dalam lindungan tenda peleton dari hujan tak akan terlupakan. Setelah hujan reda, kami kembali ke tapak kemah JS. Cukup parah keadaannya, karena derasnya hujan, maka dari itu kami langsung membereskan apa yang perlu dibereskan. Saat waktu Isya tiba, kami salat Isya dilanjutkan salat Tarawih.

Walaupun berkali-kali dipanggil oleh Daerah untuk menuju ke pendopo untuk mengikuti materi terakhir, kami tetap utamakan ibadah, demi keutamaan Ramadhan. Materi terakhir diisi oleh kakak dari Pusdiklatnas, berisi materi kepenegakan. Berfaedah juga, bagaimana kita makin mengilhami sebagai Penegak, yang berjargon dari, oleh, dan untuk Penegak, sebagai kaum muda yang hampir dewasa.



Hari ketiga hanya penutupan dan pengumuman peraih piala. Enam cabang di DKI dan piala terbagi rata, dengan 6 cabang lomba. Al-hamdu lillah, Jaksel mendapat piala dari lomba Cerdas Cermat.

Kontingen Kebayoran Baru dalam Perkemahan Ramadhan DKI, dengan piala Cerdas Cermat.

Senin, 29 Agustus 2016

Pesantren Ramadhan Jakarta Selatan 2016, 17 Juni 2016, di Kantor Kwarcab Jaksel

Sebagai RTL dari Kursus Pendekar kemarin, dibuatlah Preman Jees, sekalian agenda penyematan brevet kelulusan Kursus Penekar kemarin. Alumni KPDK ditetapkan sebagai sangga kerja Preman Jees.

Ambalan M.H. Thamrin mengirimkan 3 peserta: M. Faqih A., Priangga B. Narutama, dan Rifqi Aufa R.P., setelah 3 wakilnya telah menjadi sangga kerja.


Materi daur ulang oleh Kak M. Bashir, anggota DKC JS.

Praktik daur ulang dari bungkus kopi sachet.

Acara dimulai dari pagi. Sebagai pembawa acara ditugaskan Kak Rahmalia dari Racana UIN Jakarta dan Kak Alfian dari DKR Tebet, untuk menggiring jalannya acara. Terdapat beberapa materi dari kakak-kakak Pramuka berpengalaman hingga waktu Zhuhur. Dipotong salat Zhuhur, acara dilanjutkan dengan permainan yang dipimpin oleh Kak Ery dari Jagakarsa. Bakda Ashar, barulah penyematan brevet kelulusan, diawali dengan upacara orang dewasa.

 Tausiah sebelum buka puasa oleh salah satu Pramuka dewasa.

Buka puasa, banyak orang sudah undur diri, dan bagi yang ingin melanjutkan hingga salat Tarawih, acara masih mengadakan.

Minggu, 21 Agustus 2016

KPDK Cabang Jakarta Selatan 2016, 11-12 Juni 2016, di SMPN 11

Serangkaian kegiatan telah disiapkan DKC Jakarta Selatan dalam bulan Ramadhan kali ini. Pertama adalah KPDK, yang telah dirumuskan sejak Sidparcab pada akhir April lalu. Diawali dengan rakor dengan DKR se-Jaksel pada 4 Juni 2016 di markas Kwarcab, serta survei DKC ke lokasi SMPN 11 pada 8 Juni 2016.

DKC dan beberapa sangga kerja dari DKR Kebayoran baru menginap sejak 10 Juni malam. Sahur bersama, dan siap menyambut peserta KPDK pada pagi hari.

Suasana sahur sangga kerja.

Berkreasi, DKC JS menamai kegiatan ini Kursus Pengelolaan Dewan Kerja di Bulan Ramadhan Jakarta Selatan (Pendekar Jees). Ambalan M.H. Thamrin mengirim 3 wakilnya yang juga berstatus sebagai anggota Dewan Kerja Ranting Kebbaru: Abiyyi Yahya Hakim, Adhyaksa Aulia Wibowo, dan Fauzan Nurul Akbar.


Sabtu pagi, 11 Juni, kegiatan dibuka dengan upacara dan sebagai pembina adalah Kak Hidayat yang mewakili Kamabigus SMPN 11. Petugas upacara diambil dari peserta. Selesai upacara, langsung diadakan materi. Tiap kegiatan dipotong untuk salat fardu, dan hingga saatnya berbuka puasa, Maghrib. Setelah salat Maghrib, lalu makan malam, dan acara dilanjutkan dengan salat Tarawih. Ada materi penutup, lalu peserta dipersilakan untuk kembali ke ruang tidur.

 Foto bersama peserta KPDK Cabang JS 2016

Upacara pembukaan, Kak Hidayat sebagai pembina.


Esoknya, peserta bangun untuk makan sahur. Salat Shubuh berjemaah, lalu istirahat sejenak menunggu dimulainya materi kembali pada pagi hari. Serangkaian materi kembali disampaikan hingga waktu Zhuhur. Bakda Zhuhur, materi oleh Kak Irwan yang berupa praktik permainan dilaksanakan dengan singkat, lalu langsung dilanjut ke penutupan.

Dilaksanakan upacara penutupan, kembali dipimpin oleh Kak Arkan Sabana dari Gudep Al-Azhar Pusat. Setelah itu ada cengkerama santai untuk pengumuman dan sebagainya. Al-hamdu lillah, terpilih peserta terbaik putra dari Ambalan M.H. Thamrin, Kak Abiyyi, yang juga mewakili DKR Kebbaru. Untuk peserta terbaik putri adalah Kak Sitta Fadhilah dari DKR Mampang Prapatan.


Kamis, 14 Juli 2016

Musyawarah Ranting Kebayoran Baru 2016, 23 April 2016, di Al-Azhar Pusat

Setelah diadakan Musppanitra pada Februari lalu, akhirnya terselenggaralah Musran Kebbaru pada akhir April. Musran adalah ajang bagi anggota dewasa Pramuka. Namun, pada Musran Kebbaru kali ini, gudep yang memiliki ambalan dan racana, Pramuka Penegak dan Pandega-nya diikutsertakan juga. Dari Ambalan M.H. Thamrin, kami mengirim Rifqi Aufa Rabbani Putra, dan wakil dari Ambalan C. Martha Tiahahu berhalangan hadir.

Jumat, 23 April, panitia Musran Kebbaru 2016 sudah mempersiapkan segalanya, dibantu calon DKR hasil formatur Musppanran lalu, sebagai sangga kerja. Beberapa panitia dan sangga kerja menginap di lokasi, Alpus. Dari Labsky ada Kak Abiyyi, Kak Adhyaksa, dan Kak Fauzan. Esok paginya, Kak Abdul Jabbar menyusul, ikut membantu. Hari lalunya ia berhalangan.

Hari masih pagi, panitia dan calon DKR telah bangun untuk mempersiapkan yang harus dipersiapkan. Para peserta, peninjau, dan undangan perlahan hadir, dan sekitar pukul 9, kegiatan dimulai. Wakil dari gudep Labsky yang hadir adalah Kak Kuncoro Widaghdo sebagai ketua gudep putra, Kak Eri Sulistyono (pembina Penegak putra), Kak Elin Herlina (pembantu pembina Penggalang putri), dan Kak Sri Anita (pembantu pembina Penegak putri).

Dalam jalannya sidang, Kak Kuncoro terpilih menjadi sekretaris presidium oleh musyawarah, bersama Kak Hidayat dari unsur Andalan, dan Kak Sri Utami dari gudep lain. Juga, saat Musran ini, Kak Abiyyi Yahya Hakim sebagai ketua DKR terpilih saat Musppanran lalu menyampaikan hasil Musppanran lalu sebagai aspirasi Penegak-Pandega Kebbaru.

Kamis, 07 April 2016

Musppanitra Ranting Kebayoran Baru 2016, 20 Februari 2016, di SMAN 70

Masa bakti kwartir tahun ini habis, juga masa bakti DKR. Maka dari itu, DKR Kebayoran Baru mengadakan musppanitra tahun ini. Setelah diadakan silaturahmi Pra-Musppanitra pada 23 Januari lalu di SDN Gunung 01, akhirnya pada 20 Februari diselenggarakanlah Musppanitra Ranting Kebayoran Baru.

Ambalan Labsky mengirim 4 perwakilan putra: Abiyyi Yahya Hakim, Adhyaksa Aulia Wibowo, M. Abdul Jabbar, dan Fauzan Nurul Akbar. Tiga di antaranya merupakan sangga kerja Musppanran yang telah terpilih saat Pra-Musppanitra lalu.

Delegasi SMAN 70 dalam Pra-Musppanran lalu di SDN Gunung 01, Kak Millga, mengajukan SMAN 70 sebagai tuan rumah saat musyawarah nanti. Setelah melalui proses administrasi dan perizinan, jadilah Musppanitra Ranting Kebayoran Baru 2016 sebagai forum tertinggi Pramuka Penegak dan Pandega diselenggarakan di SMAN 70.

Musppanitera Ranting Kebayoran Baru 2016, diawali dengan upacara pembukaan, dengan sambutan-sambutan, hingga ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kak Abiyyi. Selanjutnya sidang pendahuluan dipimpin oleh perwakilan DKR, Kak Prakoso P. Permono. Dalam pemilihan presidium, Ambalan M.H. Thamrin mengajukan Kak Abiyyi, dan Kak Abiyyi terpilih menjadi wakil ketua presidium, mendampingi Kak Prakoso sebagai ketua, juga didampingi Kak Dimas dari Ambalan SMAN 46 sebagai sekretaris.

Sebelum dimulai sidang pleno, sidang diskors sejenak. Setelah itu, langsung saja memulai sidang pleno I, yaitu penyampaian Laporan Pertanggungjawaban DKR masa bakti yang lalu, disampaikan oleh Wakil Ketua DKR, Kak Prakoso. Pimpinan sidang diserahkan kepada wakil ketua, Kak Abiyyi. Selesai penyampaian dan penjabaran laporan, dipersilakan bagi peserta sidang menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban DKR. Karena tidak banyak yang bicara, singkat saja LPJ disahkan.

Pimpinan sidang kembali beralih kepada Kak Prakoso. Selanjutnya, sidang komisi, dibagi atas komisi A dan komisi B. Kontingen M.H. Thamrin, komisi A diwakili oleh Kak Abiyyi dan Kak Abdul, dan komisi B diwakili oleh Kak Adhyaksa dan Kak Fauzan. Komisi A diketuai oleh Kak Ahmad Syarif dari Racana Uhamka, dan Kak Adhyaksa terpilih menjadi ketua komisi B.

Pengesahan sidang komisi dilakukan setelah istirahat siang untuk makan dan salat. Setelah itu, sidang pleno III membahan pencalonan calon ketua DKR yang baru. Musppanitra berlangsung hingga waktu Ashar, ditutup dengan upacara penutupan.

 Kontingen Ambalan M.H. Thamrin.
 Abiyyi sebagai wakil ketua presidium, mendampingi Kak Prakoso sebagai ketua presidium.
Adhyaksa sebagai ketua komisi B menyampaikan laporan.

Selasa, 29 Maret 2016

Giat Prestasi Penegak DKI 2015, 11 - 13 Desember 2015, di Buperta Cibubur

Keikutsertaan pertama Ambalan M.H. Thamrin dalam kegiatan kwartir. Giat Prestasi Penegak DKI diadakan oleh Kwarda DKI Jakarta, bersamaan dengan Gelar Kreativitas Penggalang, pada 11 - 13 Desember 2015.

Ambalan putra mengirim 1 sangga beranggota 8 orang: Adhyaksa Aulia Wibowo (pinsa), M. Faqih Adhiwisaksana (wapinsa), Abiyyi Yahya Hakim, Mesagus M. Iqbal, M. Abdul Jabbar, M. Asyrof Faruq Q., Priangga Bagusjalu Narutama, Rifqi Aufa Rabbani P..

Jumat, 11 Desember 2015. Pagi, 06.00, kami berkumpul, mempersiapkan barang-barang bawaan. Delapan anggota sangga Perintis sudah siap. Segala perlengkapan untuk perkemahan dan lomba dibawa. Dengan mobil salah satu anggota, sekitar pukul 10.30 kami berangkat ke Buperta Cibubur.

Waktu sudah menjelang salat Jumat ketika kami sampai. Ada masjid di Buperta, maka kami salat dulu dan balik ke tapak kemah. Mulailah kami mendirikan tenda dan gapura. Tapak kemah salah satu yang dilombakan. Oya, pada siang menjelang sore, salah satu anggota, Narutama, harus pulang, Kami tinggal ber-6.

Sore hari, hujan mengguyur, pembukaan sepertinya ditunda, dan memang hari pertama belum ada perlombaan yang berlangsung kecuali pembuatan tapak kemah. Pembukaan baru berlangsung pada malam hari sekitar pukul 20.00, dengan mewakilkan 2 orang tiap sangga. Perintis M.H. Thamrin mewakilkan Abiyyi dan Abdul Jabbar.
Suasana memasak mi dalam cuaca hujan. Penuh kekeluargaan, bercanda ria di bawah tenda.


 Kehidupan tapak kemah M.H. Thamrin, saat azan Shubuh menggaung.




Hari kedua. Azan Shubuh berkumandang, hari masih pagi. Salah satu dari kami sudah ada yang bangun, lalu membangunkan yang lainnya. Bergantian kami salat, lalu mandi, dan bersiap untuk kegiatan hari kedua ini: mulai berlomba. Kegiatan bersama dimulai dari senam pagi. Ada 4 lagu senam, dan kami menggerakannya dengan gembira. Enam orang kontingen M.H. Thamrin. Selesai senam, kami kembali ke tapak kemah dan bersiap untuk memakai seragam pramuka dan berlomba.

Senam Gemu Famire

Beruntung kami mendapat bala bantuan. Mesagus Iqbal, hadir dari Labsky karena baru selesai kegiatan, anggota menjadi tujuh kembali. Berbagai lomba kami ikuti pada hari kedua ini. Dimulai dari Mading, Karya Tepat Guna, dan Blog, dilanjutkan trilomba berikutnya, yaitu lomba tertulis: pengetahuan AD-ART Gerakan Pramuka, PP Polmekbin Penegak-Pandega, dan pengetahuan ASEAN.

Bersantai setelah senam pagi, agar nanti berlomba tidak terlalu tegang.

Melihat keadaan, seeprtinya cabang lomba PPGD dan LKBB ditiadakan, dan ternyata ada cabang lomba Urban Scouting, yang berupa permainan. Kami ber-7 membagi diri. Kami nyatanya tidak terlalu sukses dalam cabang ini. Mungkin nanti dalam Citizen Jurnalism bisa lebih sukses. Ya, setelah Urban Scouting, untuk pembuatan artikel, kami diberi waktu untuk mencari informasi dan wawancara selama lebih dari 1 jam, dan pukul 17.30 sudah harus dikirim melalui surel.

Waktu maghrib, perlombaan sepertinya sudah selesai. Kami bisa bersantai sejenak. Tapak kemah di kanan-kiri masih dari Jakarta Selatan, bisa sedikit bergaul. Benar juga, dari daerah diinfokan tiap cabang harus menyiapkan pentas seni, per cabang. Berarti kami harus bekerja sama dengan kontingen dari Jakarta Selatan lainnya. Mulailah dipersiapkan. Singkat cerita, pada malam hari, kegiatan ditutup dengan pentas seni dan api unggun. Riuhnya suasana penuh dengan keceriaan. Seolah tersimpan kenangan malam itu sebagai keakraban kegiatan tiga hari dua malam ini.

Selesai pentas seni, kami kembali ke tapak kemah masing-masing. Tidak ada lagi perlombaan, hanya tinggal menumbuhkan rasa tawakal, setelah banyak berikhtiar. Giat santai malam tetap berjalan, keterlenaan pekemah telah menjadi kebiasaan. Malam terakhir pasti dilewati dengan tidur larut malam, kecuali bagi kaum yang suka tidur cepat dan sudah mengantuk duluan.

Pagi terakhir, sepertinya semua telat terbangun. Hari sudah hampir terang ketika manusia mulai bergerak memulai kehidupan. Mungkin karena capeknya malam kemarin. Kegiatan hari terakhir cukup santai, hanya penutupan disertai tentunya pengumuman pemenang lomba. Upacara penutupan dihadiri Kak Sylviana Murni, Kakwarda DKI, sekaligus membuka kegiatan Pesta Besar Siaga DKI 2015, yang hanya berlangsung 1 hari. Untuk hasil perlombaan, al-hamdu lillah, kami berhasil membawa pulang 2 piala untuk cabang lomba AD-ART Gerakan Pramuka dan PP Polmekbin Penegak-Pandega.

Sangga Perintis, seusai upacara penutupan, menjelang pulang
 Abiyyi sebagai perwakilan penerima piala untuk Juara 1 AD-ART.
Adhyaksa sebagai perwakilan penerima piala untuk Juara 1 PP Polmekbin T-D.