Setelah diadakan Musppanitra pada Februari lalu, akhirnya terselenggaralah Musran Kebbaru pada akhir April. Musran adalah ajang bagi anggota dewasa Pramuka. Namun, pada Musran Kebbaru kali ini, gudep yang memiliki ambalan dan racana, Pramuka Penegak dan Pandega-nya diikutsertakan juga. Dari Ambalan M.H. Thamrin, kami mengirim Rifqi Aufa Rabbani Putra, dan wakil dari Ambalan C. Martha Tiahahu berhalangan hadir.
Jumat, 23 April, panitia Musran Kebbaru 2016 sudah mempersiapkan segalanya, dibantu calon DKR hasil formatur Musppanran lalu, sebagai sangga kerja. Beberapa panitia dan sangga kerja menginap di lokasi, Alpus. Dari Labsky ada Kak Abiyyi, Kak Adhyaksa, dan Kak Fauzan. Esok paginya, Kak Abdul Jabbar menyusul, ikut membantu. Hari lalunya ia berhalangan.
Hari masih pagi, panitia dan calon DKR telah bangun untuk mempersiapkan yang harus dipersiapkan. Para peserta, peninjau, dan undangan perlahan hadir, dan sekitar pukul 9, kegiatan dimulai. Wakil dari gudep Labsky yang hadir adalah Kak Kuncoro Widaghdo sebagai ketua gudep putra, Kak Eri Sulistyono (pembina Penegak putra), Kak Elin Herlina (pembantu pembina Penggalang putri), dan Kak Sri Anita (pembantu pembina Penegak putri).
Dalam jalannya sidang, Kak Kuncoro terpilih menjadi sekretaris presidium oleh musyawarah, bersama Kak Hidayat dari unsur Andalan, dan Kak Sri Utami dari gudep lain. Juga, saat Musran ini, Kak Abiyyi Yahya Hakim sebagai ketua DKR terpilih saat Musppanran lalu menyampaikan hasil Musppanran lalu sebagai aspirasi Penegak-Pandega Kebbaru.
Kamis, 14 Juli 2016
Rabu, 29 Juni 2016
Rover Morning March Competition 2016, 27 Maret 2016, di Universitas Mercu Buana
Kisah ini, lomba Rice. Rover Morning March Competition 2016. Badan
sebenarnya masih lelah, kami baru saja menyelesaikan pembinaan wajib Bina
Mental Kepemimpinan Siswa (Bintama) di Grup-1 Kopassus, pada 19-24 Maret 2016. Sedangkan
kompetisi ini berlangsung pada 27 Maret 2016, di Universitas Mercu Buana,
Jakarta Barat. Namun apa daya, niat telah tertanam, walaupun dengan minim
persiapan.
Kontingen kami terdiri dari Abiyyi Yahya Hakim (pinsa), M. Faqih Adhiwisaksana, Priangga Bagusjalu Narutama, Fauzan Nurul Akbar, M. Abdul Jabbar, dan Rifqi Aufa R.P.. Sabtu, 26 Maret 2016, kami mengadakan latihan persiapan, di sekolah. Singkat saja, hanya pemantapan teori dan apa yang harus dibawa esok hari.
Hari
itu pun tiba, 27 Maret 2016. Kami berangkat bersama, setelah berkumpul di PIM.
Sampai di lokasi pukul 7 lewat, kami melakukan daftar ulang dan menunggu
sejenak. Sekitar pukul 9, upacara pembukaan dimulai, dan tak lama berselang,
mulailah dari pos 1, dimulai lombanya.
Hanya ber-6, dari kuota maksimal sangga 8 orang, kami menjalani lomba sama dengan sangga lain dari ambalan lain, hanya saja agak kewalahan ketika ada kurang personel. Kami
sampai kembali di Universitas Mercu Buana pukul 5 sore lebih, al-hamdu lillah masih sempat untuk salat
Ashar.
Namun, di lomba yang tanpa banyak persiapan ini, al-hamdu lillah piala tetap diraih, sejumlah 2 buah, untuk cabang PUPK dan Juara Harapan 3 dalam peringkat umum.
Bawa pulang piala lagi.
Jumat, 27 Mei 2016
Brigscout, 20 Februari 2016, di SMA Labschool Rawamangun
Brigscout, adalah program subseksi Brigade OSIS SMA Labsraw. Sebuah kegiatan dengan peserta para Pramuka, mengundang 3 SMA Labschool YP-UNJ, Labsraw, Labsky, dan Labscib.
Kontingen Labsky diwakili oleh Anassya Calistha sebagai panitia, dan sebagai peserta adalah M. Faqih A., Khalisa Dhiya Athira, dan Anissa Maharani.
Sabtu pagi, 20 Februari 2016. Kegiatan ini bebarengan dengan Muppanitra Ranting Kebayoran Baru di SMAN 70, jadi beberapa Penegak putra dari Labsky tidak bisa hadir, termasuk pradana putra. Pradana putri juga berhalangan. Maka, Dewan Ambalan Labsky mewakili pemangku adat putri, Anassya Calistha atau Kak Kindy.
Kegiatan berjalan lancar. Ini juga sebagai sarana perkenalan antara Pramuka Penegak dari 3 ambalan Labschool, dan berbagi pengalaman untuk memperbaiki diri ambalan masing-masing serta pengembangan.
Sabtu, 07 Mei 2016
Profil Ambalan M.H. Thamrin - C. Martha Tiahahu
Ambalan Muhammad Husni Thamrin - Christina Martha Tiahahu
Pangkalan: SMA Labschool Kebayoran
Alamat: Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 14, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130
Gugus Depan: 01.169 - 01.170
Berdiri: 7 Oktober 2014
Kwartir Ranting: Kebayoran Baru
Kwartir Cabang: Jakarta Selatan
Kwartir Daerah: DKI Jakarta
Pada Selasa, 7 Oktober 2014, bersamaan dengan Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak di Labschool Kebayoran telah diresmikan. Namun, kegiatan di ambalan belum banyak berkembang seperti di pasukan. Baru pada tahun pelajaran 2015-2016, ada perintis yang hendak membangun ambalan.
Nama ambalan, sandi, pusaka, mulai dibentuk, juga Dewan Ambalan. Pradana pertama yaitu Abiyyi Yahya Hakim untuk putra dan Cyrillistanti Tishka Kusumaedi untuk putri, hasil musyawarah sederhana pada 22 September 2015, disahkan pada Musyawarah Ambalan 10 November, dan dilantik bersamaan dengan pelantikan Penegak Bantara pada 31 Januari 2016.
Setelah memasuki tahun ajaran baru, sebagai agenda tahunan dilaksanakan kembali Musyawarah Ambalan ke-2 pada 18 September 2016, yang akhirnya memutuskan Dewan Ambalan masa bakti 2016 - 2017 sebagai berikut:
Susunan Dewan Ambalan M.H. Thamrin - C.M. Tiahahu masa bakti 2016 - 2017
Pradana: Abiyyi Yahya Hakim - Cyrillistanti Tishka Kusumaedi
Pemangku Adat: M. Faqih Adhiwisaksana - Anassya Clistha Dewani
Kerani: Priangga Bagusjalu Narutama - Sarah Kloer
Juru Uang: Arryo Taksoko Sumadiyo - Anissa Maharani
Kegiatan besar yang pernah diikuti Ambalan Labsky bisa dilihat terus perkembangannya di situs resmi ini. Beginilah keadaan Ambalan Labsky, semoga terus jaya.
Pangkalan: SMA Labschool Kebayoran
Alamat: Jl. K.H. Ahmad Dahlan No. 14, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130
Gugus Depan: 01.169 - 01.170
Berdiri: 7 Oktober 2014
Kwartir Ranting: Kebayoran Baru
Kwartir Cabang: Jakarta Selatan
Kwartir Daerah: DKI Jakarta
Pada Selasa, 7 Oktober 2014, bersamaan dengan Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak di Labschool Kebayoran telah diresmikan. Namun, kegiatan di ambalan belum banyak berkembang seperti di pasukan. Baru pada tahun pelajaran 2015-2016, ada perintis yang hendak membangun ambalan.
Nama ambalan, sandi, pusaka, mulai dibentuk, juga Dewan Ambalan. Pradana pertama yaitu Abiyyi Yahya Hakim untuk putra dan Cyrillistanti Tishka Kusumaedi untuk putri, hasil musyawarah sederhana pada 22 September 2015, disahkan pada Musyawarah Ambalan 10 November, dan dilantik bersamaan dengan pelantikan Penegak Bantara pada 31 Januari 2016.
Setelah memasuki tahun ajaran baru, sebagai agenda tahunan dilaksanakan kembali Musyawarah Ambalan ke-2 pada 18 September 2016, yang akhirnya memutuskan Dewan Ambalan masa bakti 2016 - 2017 sebagai berikut:
Susunan Dewan Ambalan M.H. Thamrin - C.M. Tiahahu masa bakti 2016 - 2017
Pradana: Abiyyi Yahya Hakim - Cyrillistanti Tishka Kusumaedi
Pemangku Adat: M. Faqih Adhiwisaksana - Anassya Clistha Dewani
Kerani: Priangga Bagusjalu Narutama - Sarah Kloer
Juru Uang: Arryo Taksoko Sumadiyo - Anissa Maharani
Kegiatan besar yang pernah diikuti Ambalan Labsky bisa dilihat terus perkembangannya di situs resmi ini. Beginilah keadaan Ambalan Labsky, semoga terus jaya.
Selasa, 19 April 2016
Trotoar untuk Pejalan Kaki
Trotoar merupakan salah satu bagian dari fasilitas berlalu lintas yang disediakan pemerintah. Trotoar mempunyai fungsi khusus, yaitu digunakan hanya untuk pejalan kaki, kecuali ada ketentuan lainnya yang diatur undang-undang. Namanya trotoar adalah jalur pejalan kaki, ketika ia boleh dilewati oleh selain pejalan kaki dan selain yang diatur undang-undang, berarti itu bukanlah trotoar lagi.
Indonesia mengatur fungsi trotoar dalam undang-undang. Sepeda diperbolehkan melaju di trotoar ketika di ruas jalan tersebut belum ada jalur sepeda. Undang-undang mengatur hak pejalan kaki dibarengi dengan pesepeda, karena dua hal ini yang sering terabaikan karena bukan kendaraan bermotor. Di banyak negara maju, sepeda menjadi salah satu alat transportasi utama, dan mendapat fasilitas yang layak.
Ambalan Labsky mempunyai program yaitu Aksi Pramuka Sang Pedestrian atau Askasara. Dengan ini, Ambalan Labsky menyatakan mendukung setiap gerakan masyarakat yang memperjuangkan kembali hak pejalan kaki dan pesepeda yang banyak terampas di fasiltas lalu lintas. Ambalan Labsky juga mengajak Pramuka lainnya untuk membantu dalam perjuangan menuntut hak pejalan kaki, dengan edukasi terhadap pengendara kendaraan bermotor.
Indonesia mengatur fungsi trotoar dalam undang-undang. Sepeda diperbolehkan melaju di trotoar ketika di ruas jalan tersebut belum ada jalur sepeda. Undang-undang mengatur hak pejalan kaki dibarengi dengan pesepeda, karena dua hal ini yang sering terabaikan karena bukan kendaraan bermotor. Di banyak negara maju, sepeda menjadi salah satu alat transportasi utama, dan mendapat fasilitas yang layak.
Ambalan Labsky mempunyai program yaitu Aksi Pramuka Sang Pedestrian atau Askasara. Dengan ini, Ambalan Labsky menyatakan mendukung setiap gerakan masyarakat yang memperjuangkan kembali hak pejalan kaki dan pesepeda yang banyak terampas di fasiltas lalu lintas. Ambalan Labsky juga mengajak Pramuka lainnya untuk membantu dalam perjuangan menuntut hak pejalan kaki, dengan edukasi terhadap pengendara kendaraan bermotor.
Penjagaan lampu merah zebra cross atau pelican crossing, edukasi agar mengerti artinya lampu merah.
Menjaga trotoar dari sepeda motor yang suka melaju di trotoar.
Kamis, 07 April 2016
Musppanitra Ranting Kebayoran Baru 2016, 20 Februari 2016, di SMAN 70
Masa bakti kwartir tahun ini habis, juga masa bakti DKR. Maka dari itu, DKR Kebayoran Baru mengadakan musppanitra tahun ini. Setelah diadakan silaturahmi Pra-Musppanitra pada 23 Januari lalu di SDN Gunung 01, akhirnya pada 20 Februari diselenggarakanlah Musppanitra Ranting Kebayoran Baru.
Ambalan Labsky mengirim 4 perwakilan putra: Abiyyi Yahya Hakim, Adhyaksa Aulia Wibowo, M. Abdul Jabbar, dan Fauzan Nurul Akbar. Tiga di antaranya merupakan sangga kerja Musppanran yang telah terpilih saat Pra-Musppanitra lalu.
Delegasi SMAN 70 dalam Pra-Musppanran lalu di SDN Gunung 01, Kak Millga, mengajukan SMAN 70 sebagai tuan rumah saat musyawarah nanti. Setelah melalui proses administrasi dan perizinan, jadilah Musppanitra Ranting Kebayoran Baru 2016 sebagai forum tertinggi Pramuka Penegak dan Pandega diselenggarakan di SMAN 70.
Musppanitera Ranting Kebayoran Baru 2016, diawali dengan upacara pembukaan, dengan sambutan-sambutan, hingga ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kak Abiyyi. Selanjutnya sidang pendahuluan dipimpin oleh perwakilan DKR, Kak Prakoso P. Permono. Dalam pemilihan presidium, Ambalan M.H. Thamrin mengajukan Kak Abiyyi, dan Kak Abiyyi terpilih menjadi wakil ketua presidium, mendampingi Kak Prakoso sebagai ketua, juga didampingi Kak Dimas dari Ambalan SMAN 46 sebagai sekretaris.
Sebelum dimulai sidang pleno, sidang diskors sejenak. Setelah itu, langsung saja memulai sidang pleno I, yaitu penyampaian Laporan Pertanggungjawaban DKR masa bakti yang lalu, disampaikan oleh Wakil Ketua DKR, Kak Prakoso. Pimpinan sidang diserahkan kepada wakil ketua, Kak Abiyyi. Selesai penyampaian dan penjabaran laporan, dipersilakan bagi peserta sidang menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban DKR. Karena tidak banyak yang bicara, singkat saja LPJ disahkan.
Pimpinan sidang kembali beralih kepada Kak Prakoso. Selanjutnya, sidang komisi, dibagi atas komisi A dan komisi B. Kontingen M.H. Thamrin, komisi A diwakili oleh Kak Abiyyi dan Kak Abdul, dan komisi B diwakili oleh Kak Adhyaksa dan Kak Fauzan. Komisi A diketuai oleh Kak Ahmad Syarif dari Racana Uhamka, dan Kak Adhyaksa terpilih menjadi ketua komisi B.
Pengesahan sidang komisi dilakukan setelah istirahat siang untuk makan dan salat. Setelah itu, sidang pleno III membahan pencalonan calon ketua DKR yang baru. Musppanitra berlangsung hingga waktu Ashar, ditutup dengan upacara penutupan.
Ambalan Labsky mengirim 4 perwakilan putra: Abiyyi Yahya Hakim, Adhyaksa Aulia Wibowo, M. Abdul Jabbar, dan Fauzan Nurul Akbar. Tiga di antaranya merupakan sangga kerja Musppanran yang telah terpilih saat Pra-Musppanitra lalu.
Delegasi SMAN 70 dalam Pra-Musppanran lalu di SDN Gunung 01, Kak Millga, mengajukan SMAN 70 sebagai tuan rumah saat musyawarah nanti. Setelah melalui proses administrasi dan perizinan, jadilah Musppanitra Ranting Kebayoran Baru 2016 sebagai forum tertinggi Pramuka Penegak dan Pandega diselenggarakan di SMAN 70.
Musppanitera Ranting Kebayoran Baru 2016, diawali dengan upacara pembukaan, dengan sambutan-sambutan, hingga ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kak Abiyyi. Selanjutnya sidang pendahuluan dipimpin oleh perwakilan DKR, Kak Prakoso P. Permono. Dalam pemilihan presidium, Ambalan M.H. Thamrin mengajukan Kak Abiyyi, dan Kak Abiyyi terpilih menjadi wakil ketua presidium, mendampingi Kak Prakoso sebagai ketua, juga didampingi Kak Dimas dari Ambalan SMAN 46 sebagai sekretaris.
Sebelum dimulai sidang pleno, sidang diskors sejenak. Setelah itu, langsung saja memulai sidang pleno I, yaitu penyampaian Laporan Pertanggungjawaban DKR masa bakti yang lalu, disampaikan oleh Wakil Ketua DKR, Kak Prakoso. Pimpinan sidang diserahkan kepada wakil ketua, Kak Abiyyi. Selesai penyampaian dan penjabaran laporan, dipersilakan bagi peserta sidang menyampaikan pandangan umum terhadap Laporan Pertanggungjawaban DKR. Karena tidak banyak yang bicara, singkat saja LPJ disahkan.
Pimpinan sidang kembali beralih kepada Kak Prakoso. Selanjutnya, sidang komisi, dibagi atas komisi A dan komisi B. Kontingen M.H. Thamrin, komisi A diwakili oleh Kak Abiyyi dan Kak Abdul, dan komisi B diwakili oleh Kak Adhyaksa dan Kak Fauzan. Komisi A diketuai oleh Kak Ahmad Syarif dari Racana Uhamka, dan Kak Adhyaksa terpilih menjadi ketua komisi B.
Pengesahan sidang komisi dilakukan setelah istirahat siang untuk makan dan salat. Setelah itu, sidang pleno III membahan pencalonan calon ketua DKR yang baru. Musppanitra berlangsung hingga waktu Ashar, ditutup dengan upacara penutupan.
Kontingen Ambalan M.H. Thamrin.
Abiyyi sebagai wakil ketua presidium, mendampingi Kak Prakoso sebagai ketua presidium.
Adhyaksa sebagai ketua komisi B menyampaikan laporan.
Kamis, 31 Maret 2016
Pelantikan Penegak Bantara, 29 - 31 Januari 2016, di Buper Ragunan
Sebanyak 27 calon Penegak yang terdiri dari 17 putra dan 10 putri menjalani perkemahan 3 hari 2 malam di Bumi Perkemahan Ragunan, sebagai proses menuju Penegak Bantara. Kami berangkat dari Labschool Kebayoran sepulang sekolah, bakda Jumat. Menunggu putri salat Zhuhur dan pemanasan sebelum berangkat, kami berangkat pukul 15.00, memulai perjalanan kaki menuju Buper Ragunan.
Apel pemberangkatan.
Dalam perjalanan menuju Buper.
Kak Abiyyi memimpin senam Gemu Famire.
Badan sudah agak lelah, kami persiapan bersih diri memulai kegiatan sambil berbagi tugas dengan yang memasak. Bersih diri untuk beberapa saat, kami bersiap memulai perjalanan hari ini: pengembaraan kota, dengan Transjakarta.
Apel pembuka kegiatan hari kedua.
Pradana menyiapkan barisan sebelum berangkat menjelajah.
Foto di gedung Kwarnas yang sedang libur.
Suasana dalam Transjakarta, menuju Plaza Senayan.
Suasana di dalam studio bioskop.
Tim advansi sudah menunggu di buper dengan masakan yang tersedia. Yang baru hadir langsung salat Maghrib dan memakan masakan dan persiapan prosesi api unggun. Upacara api unggun dipimpin oleh Arryo sebagai komandan upacara, dan 10 orang yang dibagi rata putra-putri menjadi pembaca Dasadarma pembawa bibit api. Kak Ukha Irfandi membaca sandi ambalan.
Keriuhan sangga putra dalam perang yel-yel saat api unggun. "Kasih W, kasih O, kasih W, wow!!"
Api unggun dihiasi dengan yel-yel, renungan, dan setelah itu persiapan untuk siaga kampung. Tanpa banyak aktivitas lagi selain persiapan tidur, tidurlah kami.
Sekitar pukul 02.30 ada perintah untuk bangun, untuk pengambilan TKU Bantara. Hingga waktu shubuh, kami lalu memakan konsumsi prasarapan, bersih diri untuk persiapan prosesi pelantikan. Sejenak, sempat bersantai ria dengan senam Gemu Famire. Lalu, jadilah kami, 27 Penegak Bantara baru Ambalan M. Husni Thamrin - Christina Martha Tiahahu.
Baki penyematan, simbol kepada pradana putra dan putri, untuk pelantikan Penegak Bantara dan Dewan Ambalan Penegak, dihiasi kembang 7 rupa.
Prosesi ulang janji pelantikan Penegak Bantara Ambalan Labsky
Selasa, 29 Maret 2016
Giat Prestasi Penegak DKI 2015, 11 - 13 Desember 2015, di Buperta Cibubur
Keikutsertaan pertama Ambalan M.H. Thamrin dalam kegiatan kwartir. Giat Prestasi Penegak DKI diadakan oleh Kwarda DKI Jakarta, bersamaan dengan Gelar Kreativitas Penggalang, pada 11 - 13 Desember 2015.
Ambalan putra mengirim 1 sangga beranggota 8 orang: Adhyaksa Aulia Wibowo (pinsa), M. Faqih Adhiwisaksana (wapinsa), Abiyyi Yahya Hakim, Mesagus M. Iqbal, M. Abdul Jabbar, M. Asyrof Faruq Q., Priangga Bagusjalu Narutama, Rifqi Aufa Rabbani P..
Jumat, 11 Desember 2015. Pagi, 06.00, kami berkumpul, mempersiapkan barang-barang bawaan. Delapan anggota sangga Perintis sudah siap. Segala perlengkapan untuk perkemahan dan lomba dibawa. Dengan mobil salah satu anggota, sekitar pukul 10.30 kami berangkat ke Buperta Cibubur.
Waktu sudah menjelang salat Jumat ketika kami sampai. Ada masjid di Buperta, maka kami salat dulu dan balik ke tapak kemah. Mulailah kami mendirikan tenda dan gapura. Tapak kemah salah satu yang dilombakan. Oya, pada siang menjelang sore, salah satu anggota, Narutama, harus pulang, Kami tinggal ber-6.
Sore hari, hujan mengguyur, pembukaan sepertinya ditunda, dan memang hari pertama belum ada perlombaan yang berlangsung kecuali pembuatan tapak kemah. Pembukaan baru berlangsung pada malam hari sekitar pukul 20.00, dengan mewakilkan 2 orang tiap sangga. Perintis M.H. Thamrin mewakilkan Abiyyi dan Abdul Jabbar.
Kehidupan tapak kemah M.H. Thamrin, saat azan Shubuh menggaung.
Hari kedua. Azan Shubuh berkumandang, hari masih pagi. Salah satu dari kami sudah ada yang bangun, lalu membangunkan yang lainnya. Bergantian kami salat, lalu mandi, dan bersiap untuk kegiatan hari kedua ini: mulai berlomba. Kegiatan bersama dimulai dari senam pagi. Ada 4 lagu senam, dan kami menggerakannya dengan gembira. Enam orang kontingen M.H. Thamrin. Selesai senam, kami kembali ke tapak kemah dan bersiap untuk memakai seragam pramuka dan berlomba.
Beruntung kami mendapat bala bantuan. Mesagus Iqbal, hadir dari Labsky karena baru selesai kegiatan, anggota menjadi tujuh kembali. Berbagai lomba kami ikuti pada hari kedua ini. Dimulai dari Mading, Karya Tepat Guna, dan Blog, dilanjutkan trilomba berikutnya, yaitu lomba tertulis: pengetahuan AD-ART Gerakan Pramuka, PP Polmekbin Penegak-Pandega, dan pengetahuan ASEAN.
Melihat keadaan, seeprtinya cabang lomba PPGD dan LKBB ditiadakan, dan ternyata ada cabang lomba Urban Scouting, yang berupa permainan. Kami ber-7 membagi diri. Kami nyatanya tidak terlalu sukses dalam cabang ini. Mungkin nanti dalam Citizen Jurnalism bisa lebih sukses. Ya, setelah Urban Scouting, untuk pembuatan artikel, kami diberi waktu untuk mencari informasi dan wawancara selama lebih dari 1 jam, dan pukul 17.30 sudah harus dikirim melalui surel.
Waktu maghrib, perlombaan sepertinya sudah selesai. Kami bisa bersantai sejenak. Tapak kemah di kanan-kiri masih dari Jakarta Selatan, bisa sedikit bergaul. Benar juga, dari daerah diinfokan tiap cabang harus menyiapkan pentas seni, per cabang. Berarti kami harus bekerja sama dengan kontingen dari Jakarta Selatan lainnya. Mulailah dipersiapkan. Singkat cerita, pada malam hari, kegiatan ditutup dengan pentas seni dan api unggun. Riuhnya suasana penuh dengan keceriaan. Seolah tersimpan kenangan malam itu sebagai keakraban kegiatan tiga hari dua malam ini.
Selesai pentas seni, kami kembali ke tapak kemah masing-masing. Tidak ada lagi perlombaan, hanya tinggal menumbuhkan rasa tawakal, setelah banyak berikhtiar. Giat santai malam tetap berjalan, keterlenaan pekemah telah menjadi kebiasaan. Malam terakhir pasti dilewati dengan tidur larut malam, kecuali bagi kaum yang suka tidur cepat dan sudah mengantuk duluan.
Pagi terakhir, sepertinya semua telat terbangun. Hari sudah hampir terang ketika manusia mulai bergerak memulai kehidupan. Mungkin karena capeknya malam kemarin. Kegiatan hari terakhir cukup santai, hanya penutupan disertai tentunya pengumuman pemenang lomba. Upacara penutupan dihadiri Kak Sylviana Murni, Kakwarda DKI, sekaligus membuka kegiatan Pesta Besar Siaga DKI 2015, yang hanya berlangsung 1 hari. Untuk hasil perlombaan, al-hamdu lillah, kami berhasil membawa pulang 2 piala untuk cabang lomba AD-ART Gerakan Pramuka dan PP Polmekbin Penegak-Pandega.
Ambalan putra mengirim 1 sangga beranggota 8 orang: Adhyaksa Aulia Wibowo (pinsa), M. Faqih Adhiwisaksana (wapinsa), Abiyyi Yahya Hakim, Mesagus M. Iqbal, M. Abdul Jabbar, M. Asyrof Faruq Q., Priangga Bagusjalu Narutama, Rifqi Aufa Rabbani P..
Jumat, 11 Desember 2015. Pagi, 06.00, kami berkumpul, mempersiapkan barang-barang bawaan. Delapan anggota sangga Perintis sudah siap. Segala perlengkapan untuk perkemahan dan lomba dibawa. Dengan mobil salah satu anggota, sekitar pukul 10.30 kami berangkat ke Buperta Cibubur.
Waktu sudah menjelang salat Jumat ketika kami sampai. Ada masjid di Buperta, maka kami salat dulu dan balik ke tapak kemah. Mulailah kami mendirikan tenda dan gapura. Tapak kemah salah satu yang dilombakan. Oya, pada siang menjelang sore, salah satu anggota, Narutama, harus pulang, Kami tinggal ber-6.
Sore hari, hujan mengguyur, pembukaan sepertinya ditunda, dan memang hari pertama belum ada perlombaan yang berlangsung kecuali pembuatan tapak kemah. Pembukaan baru berlangsung pada malam hari sekitar pukul 20.00, dengan mewakilkan 2 orang tiap sangga. Perintis M.H. Thamrin mewakilkan Abiyyi dan Abdul Jabbar.
Suasana memasak mi dalam cuaca hujan. Penuh kekeluargaan, bercanda ria di bawah tenda.
Hari kedua. Azan Shubuh berkumandang, hari masih pagi. Salah satu dari kami sudah ada yang bangun, lalu membangunkan yang lainnya. Bergantian kami salat, lalu mandi, dan bersiap untuk kegiatan hari kedua ini: mulai berlomba. Kegiatan bersama dimulai dari senam pagi. Ada 4 lagu senam, dan kami menggerakannya dengan gembira. Enam orang kontingen M.H. Thamrin. Selesai senam, kami kembali ke tapak kemah dan bersiap untuk memakai seragam pramuka dan berlomba.
Senam Gemu Famire
Beruntung kami mendapat bala bantuan. Mesagus Iqbal, hadir dari Labsky karena baru selesai kegiatan, anggota menjadi tujuh kembali. Berbagai lomba kami ikuti pada hari kedua ini. Dimulai dari Mading, Karya Tepat Guna, dan Blog, dilanjutkan trilomba berikutnya, yaitu lomba tertulis: pengetahuan AD-ART Gerakan Pramuka, PP Polmekbin Penegak-Pandega, dan pengetahuan ASEAN.
Bersantai setelah senam pagi, agar nanti berlomba tidak terlalu tegang.
Melihat keadaan, seeprtinya cabang lomba PPGD dan LKBB ditiadakan, dan ternyata ada cabang lomba Urban Scouting, yang berupa permainan. Kami ber-7 membagi diri. Kami nyatanya tidak terlalu sukses dalam cabang ini. Mungkin nanti dalam Citizen Jurnalism bisa lebih sukses. Ya, setelah Urban Scouting, untuk pembuatan artikel, kami diberi waktu untuk mencari informasi dan wawancara selama lebih dari 1 jam, dan pukul 17.30 sudah harus dikirim melalui surel.
Waktu maghrib, perlombaan sepertinya sudah selesai. Kami bisa bersantai sejenak. Tapak kemah di kanan-kiri masih dari Jakarta Selatan, bisa sedikit bergaul. Benar juga, dari daerah diinfokan tiap cabang harus menyiapkan pentas seni, per cabang. Berarti kami harus bekerja sama dengan kontingen dari Jakarta Selatan lainnya. Mulailah dipersiapkan. Singkat cerita, pada malam hari, kegiatan ditutup dengan pentas seni dan api unggun. Riuhnya suasana penuh dengan keceriaan. Seolah tersimpan kenangan malam itu sebagai keakraban kegiatan tiga hari dua malam ini.
Selesai pentas seni, kami kembali ke tapak kemah masing-masing. Tidak ada lagi perlombaan, hanya tinggal menumbuhkan rasa tawakal, setelah banyak berikhtiar. Giat santai malam tetap berjalan, keterlenaan pekemah telah menjadi kebiasaan. Malam terakhir pasti dilewati dengan tidur larut malam, kecuali bagi kaum yang suka tidur cepat dan sudah mengantuk duluan.
Pagi terakhir, sepertinya semua telat terbangun. Hari sudah hampir terang ketika manusia mulai bergerak memulai kehidupan. Mungkin karena capeknya malam kemarin. Kegiatan hari terakhir cukup santai, hanya penutupan disertai tentunya pengumuman pemenang lomba. Upacara penutupan dihadiri Kak Sylviana Murni, Kakwarda DKI, sekaligus membuka kegiatan Pesta Besar Siaga DKI 2015, yang hanya berlangsung 1 hari. Untuk hasil perlombaan, al-hamdu lillah, kami berhasil membawa pulang 2 piala untuk cabang lomba AD-ART Gerakan Pramuka dan PP Polmekbin Penegak-Pandega.
Sangga Perintis, seusai upacara penutupan, menjelang pulang
Abiyyi sebagai perwakilan penerima piala untuk Juara 1 AD-ART.
Adhyaksa sebagai perwakilan penerima piala untuk Juara 1 PP Polmekbin T-D.
Jumat, 11 Desember 2015
Tokoh Pramuka Hari Ini
Tokoh Pramuka
Adhyaksa Dault, Sang Ketua Kwarnas
Profil
Agama
: Islam
Tempat
Lahir : Donggala,
Sulawesi Tengah
Tanggal
Lahir : Jumat,
7 Juni 1963
Karier
2004-2009 : Menteri Pemuda dan Olahraga RI
Konsultan Hukum pada Kantor Dault and
Associate
1999-2002 : Ketua DPP KNPI 1999-2002
1999-2004
:Ketua Ikatan Pensehat Hukum Indonesia (IPHI)
Dosen Pengajar Program Doktoral Jurusan
Perikanan dan Kelautan di Universitas Diponegoro
Dosen S2 Universitas Negeri Jakarta
Ketua Badan Pengawas YPI Al Azhar periode 2007-2012
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Kepramukaan
Republik Indonesia
Biografi Singkat
Adhyaksa Dault merupakan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004–2009). Pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 7 Juni 1963 ini sebelumnya pernah bekerja bekerja sebagai penasehat hukum.
Setelah selesai menjalankan tugas sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga Kabinet Indonesia Bersatu I periode 2004 - 2009, Adhyaksa Dault mengabdikan dirinya kembali kepada dunia pendidikan dengan kembali mengajar sebagai Dosen Program Doktor Manajemen Sumberdaya Pantai-Universitas Diponegoro dan menjadi kandidat guru besar pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Diponegoro.
Selain mengajar, tugas yang diemban Adhyaksa Dault menjadi Komisaris Independen PT BRI Tbk., sejak tahun 2010 sampai sekarang. Di sela-sela kesibukannya, Adhyaksa Dault juga beraktivitas sebagai Ketua Umum Vanaprastha, yaitu suatu wadah dari para pegiat alam terbuka dan aktivis lingkungan yang berdiri sejak 1976.
Langganan:
Postingan (Atom)
















